Komik

Asterix dan cleopatra

Asterix dan cleopatra

Memuat dokumen PDF...

Siapa pernah menerima proyek dengan tenggat yang mustahil? Saya pernah, dan rasanya seperti disuruh memindahkan gunung dengan sendok. Album ini dibangun persis di atas perasaan itu: sebuah istana megah harus berdiri dalam tiga bulan.

Semua bermula dari harga diri. Ratu Cleopatra dari Mesir marah karena Julius Caesar merendahkan bangsa Mesir dan mengklaim bahwa mereka adalah bangsa yang sedang mengalami kemunduran. Untuk membuktikan Caesar salah, Cleopatra mengajukan taruhan: ia akan membangun sebuah istana mewah baru di Alexandria (Iskandariah) dalam waktu hanya tiga bulan.

Yang ketiban proyek itu adalah Numérobis (disebut juga Edifis), arsitek terbaik sang ratu. Imbalannya jelas, hukumannya juga jelas. Berhasil, ia akan dibanjiri emas. Gagal, ia dijadikan santapan buaya! Menyadari mustahil menyelesaikan proyek besar itu tepat waktu, Numérobis menempuh perjalanan jauh untuk meminta bantuan sahabatnya: dukun Galia, Panoramix.

Panoramix setuju membantu dan berlayar ke Mesir bersama Asterix, Obelix, dan Dogmatix, membawa serta Ramuan Ajaib. Dengan ramuan itu para pekerja Mesir mendapat kekuatan super, dan pekerjaan di istana baru melaju sangat cepat.

Tentu ada yang panas hatinya. Amonbofis, arsitek saingan Numérobis, cemburu melihat semuanya berjalan lancar. Ia bersekutu dengan mata-mata Romawi dan melancarkan berbagai sabotase: mencoba meracuni Asterix dan kawan-kawan, yang untunglah disembuhkan Panoramix dengan penawarnya, lalu mencoba menahan pengiriman batu dan bahan bangunan.

Puncaknya datang dari Caesar sendiri. Mengetahui istana itu hampir selesai, ia tidak terima akan kalah taruhan, lalu memerintahkan legiun-legiun Romawinya mengepung dan menyerang lokasi pembangunan. Kalah main, diangkatnya papan catur. Asterix dan Obelix berhasil menyelinap menembus pengepungan dan menyampaikan pesan mendesak kepada Cleopatra. Ratu Mesir yang marah itu langsung bergegas ke lokasi, menghardik Caesar, dan memaksanya menghentikan serangan serta menarik pasukannya.

Istana pun selesai tepat waktu. Cleopatra memenangkan taruhan, Numérobis dihadiahi emas, dan Asterix, Obelix, serta Panoramix kembali ke Galia dengan selamat sambil membawa hadiah perpisahan dari sang ratu: papirus, gulungan kertas dari Mesir.

Album ini salah satu yang paling populer dalam seri Asterix, dan menurut saya pantas. Petualangannya epik, parodi sejarahnya cerdas, humornya bermain-main dengan stereotip Mesir dan Romawi. Pelajarannya pun sederhana: tenggat yang mustahil kadang hanya membutuhkan sahabat yang tepat.

← Post sebelumnya Asterix dan orang-orang normandia Post berikutnya → Asterix dan Panci Sup Bawang