Ada satu kolom di hampir setiap formulir yang selalu menahan pulpen sebentar. Kolom itu biasanya muncul paling akhir, s...
Sejak pertama kali serius belajar Linux, ada satu kata yang tidak pernah selesai menahan langkah. Kata itu muncul di daf...
TAHTA SUCI SURAT ENSIKLIK MAGNIFICA HUMANITAS DARI BAPA SUCI PAUS LEO XIV TENTANG PERLINDUNGAN MANUSIA DI ERA KECERDASAN...
Membaca ensiklik Magnifica Humanitas rasanya seperti kedatangan tamu agung di ruang kerja sendiri: Paus Leo XIV berbicara tentang kecerdasan buatan, dunia yang setiap hari saya rawat kabel-kabelnya. Pilihannya sederhana tapi menohok: membangun Menara Babel digital, atau merajut Yerusalem?
Hattie dan Zierer merangkum riset atas 400 juta siswa untuk satu pertanyaan sederhana: apa yang benar-benar berhasil di ruang kelas? Jawabannya membalik banyak dugaan, dan mengubah perencanaan pembelajaran dari beban administratif menjadi rancang bangun.
Bagaimana bisa ponsel di genggaman kita melibatkan puluhan negara sekaligus? Charles W. L. Hill menjawabnya dengan satu kata kunci: interdependensi, dan mengajak kita membaca peta ekonomi dunia yang sudah terlanjur saling terjalin.
Ditanya dewan direksi "apa itu cookie?", Isaac Sacolick menjawab satu kalimat bahasa bisnis, bukan kuliah teknis. Digital Trailblazer adalah kisah metamorfosis dari teknisi penghuni rawa detail menjadi pemimpin yang melihat seluruh hutan, tanpa kehilangan empati pada manusia di balik sistem.
David J. Gee menggambarkan perjalanan menuju kursi CIO dan CISO sebagai pendakian: bisa mendaki manual lewat kegagalan sendiri, bisa naik gondola lewat pengalaman orang lain. Buku ini adalah gondolanya, dari model SKEB sampai 90 hari pertama yang menentukan.
Kalau semua perusahaan bisa membeli teknologi yang sama, mengapa hanya sebagian yang menjadi Digital Master? Buku ini menjawab dengan dua kaki: kapabilitas digital sebagai mesin, kapabilitas kepemimpinan sebagai kemudi.
Martha Heller menunjukkan bahwa CIO terjebak kontradiksi bawaan: dipekerjakan untuk menjadi strategis, dipaksa menjadi operasional. Paradoks itu tidak bisa dihilangkan, tetapi bisa ditunggangi, dan kuncinya adalah menjadi bunglon.