Komik

Tintin dan Picaros

Tintin dan Picaros

Memuat dokumen PDF...

Ada detail kecil di album ini yang membuat pembaca lama berhenti sejenak: untuk pertama kalinya Tintin memakai celana jeans cokelat, bukan celana golf khasnya. Sepele? Tidak juga. Zaman berubah, dan Hergé membiarkan tokohnya ikut berubah. Situs resmi Tintin menyorot perubahan lain juga, termasuk Kapten Haddock yang jauh lebih sedikit memaki.

Ceritanya membawa Tintin, Kapten Haddock, dan Profesor Lakmus kembali ke negeri fiktif San Theodoros, yang sebelumnya muncul di Patung Kuping Belah. Masalah bermula ketika Bianca Castafiore dan rombongannya ditahan oleh rezim Jenderal Tapioca dengan tuduhan palsu. Usaha penyelamatan lalu membawa mereka ke kubu gerilyawan Jenderal Alcazar dan kelompoknya, para Picaros. Album resmi menyebut ini episode ke-23, berlatar Amerika Latin, penuh kudeta, penyanderaan, dan perang gerilya.

Intinya sederhana: menyelamatkan Castafiore. Tetapi upaya itu berkembang menjadi keterlibatan Tintin dalam kudeta dan pergantian rezim di San Theodoros. Di sinilah Hergé paling tajam. Ia menyindir kemunafikan siklus revolusi dan kontra-revolusi di Amerika Selatan. Rezim boleh berganti nama, kekuasaan hanya berganti seragam.

Satu catatan istimewa: inilah petualangan lengkap terakhir yang selesai ditulis Hergé. Semacam salam pamit, disampaikan sambil tertawa.

← Post sebelumnya Penerbangan 714 ke Sydney Post berikutnya → Lima Tantangan Maut