Memuat dokumen PDF...
Betapa anehnya, sebuah desa yang tak terkalahkan bisa dibuat panik oleh satu benda kecil yang patah. Komik "Asterix dan Sabit Emas" (judul asli: La Serpe d'Or, atau Asterix and the Golden Sickle), volume kedua dari seri ini, dibangun dari musibah sesederhana itu. Sabit Emas milik Dukun Panoramix (Getafix) patah. Cuma sabit? Jangan salah. Sabit itu ibarat kunci gudang bagi seluruh desa. Hanya dengan sabit emas Panoramix dapat memotong mistletoe, benalu yang menjadi bahan kunci Ramuan Ajaib pemberi kekuatan super. Tanpa sabit emas baru, tidak ada ramuan. Tanpa sabit pula, Panoramix tidak bisa menghadiri konferensi dukun tahunan yang sudah di depan mata.
Asterix dan Obelix mengajukan diri berangkat jauh ke Lutetia, kota yang kelak kita kenal sebagai Paris. Hanya di sanalah ada pembuat sabit emas yang termasyhur, dan kebetulan ia sepupu Obelix sendiri: Metallurgix, atau Chloritix dalam terjemahan Indonesia.
Di tengah perjalanan, keduanya mulai mencium keanehan. Terdengar rumor tentang kelangkaan sabit emas yang misterius di kota itu. Sabit emas langka? Bagaimana bisa alat sepenting itu mendadak lenyap dari pasaran?
Jawabannya menunggu di Lutetia. Metallurgix hilang tanpa jejak. Asterix dan Obelix pun mulai menyelidiki, dan penyelidikan itu menyeret mereka masuk ke dunia kriminal bawah tanah Lutetia: para gangster dan sindikat penyelundupan yang dipimpin penjahat bernama Navishtrix bersama kaki tangannya, Clovogarlix. Ternyata sindikat inilah biang keroknya. Mereka sengaja menimbun semua sabit emas demi menciptakan monopoli, lalu menjualnya dengan harga selangit di pasar gelap. Barang ditimbun, harga melambung, orang kecil yang menjerit. Terdengar akrab?
Membongkar sindikat itu tidak mulus. Asterix dan Obelix berkali-kali ditangkap oleh Legiun Romawi setempat, yang dipimpin seorang Prefek korup bernama Surplus Dairiprodus. Ditangkap, lolos, ditangkap lagi, lolos lagi, biasanya berkat Ramuan Ajaib. Setelah serangkaian pertarungan, pengejaran, dan kesalahpahaman, mereka akhirnya menemukan markas rahasia sindikat penyelundupan itu dan membebaskan Metallurgix.
Metallurgix, yang begitu berterima kasih karena diselamatkan dari para penculik dan dari sindikat yang memenjarakannya, membalas dengan cara terbaik yang dikuasainya. Ia menghadiahkan kepada Obelix sebuah sabit emas baru, yang paling indah dan dikerjakan dengan sangat teliti. Hadiah dari tangan seorang ahli memang lain rasanya.
Asterix dan Obelix pulang ke desa Galia membawa sabit emas baru. Panoramix bisa membuat Ramuan Ajaib lagi dan berangkat ke konferensi dukun, dan seisi desa menutup petualangan ini dengan Pesta Perjamuan tradisional. Dari sebuah sabit yang patah, lahir petualangan membongkar mafia. Perkara besar memang sering berawal dari benda kecil yang tidak kita duga.