Komik

Asterix di Belgi

Asterix di Belgi

Memuat dokumen PDF...

Gengsi itu bahan bakar yang aneh. Ia bisa menyala hanya karena satu kalimat pujian untuk orang lain. Album Asterix di Belgia (Astérix chez les Belges) adalah buktinya: Abraracourcix, Kepala Desa Galia, naik pitam ketika mendengar Kaisar Romawi, Julius Caesar, menyatakan bahwa bangsa Belgia adalah yang terkuat dari semua bangsa taklukannya, termasuk Galia.

Terkuat? Enak saja. Untuk membuktikan bahwa pernyataan Caesar salah dan bahwa orang Galia dari desa Asterix-lah yang paling tangguh, Abraracourcix berangkat ke Belgia, ditemani Asterix dan Obelix.

Di sana mereka bertemu kepala-kepala suku Belgia yang sama bersemangatnya untuk membuktikan kekuatan mereka. Terjadilah persaingan yang bersahabat: siapa yang dapat menghancurkan kamp Romawi paling banyak, atau dengan cara paling mengesankan. Kamp Romawi menjadi papan skor.

Hasilnya seri. Lalu siapa jurinya? Mereka meminta Julius Caesar sendiri bertindak sebagai juri untuk memutuskan siapa yang lebih hebat. Namun Caesar justru menyerang kedua belah pihak. Di sinilah cerita berbalik indah: orang Galia dan orang Belgia akhirnya bersatu melawan pasukan Romawi Caesar. Tidak ada yang direndahkan, keduanya menang. Kemenangan yang paling lega memang kemenangan yang tidak meninggalkan pecundang. Album pun ditutup dengan pesta makan besar yang merayakan persatuan dan kemenangan sementara mereka melawan Romawi.

Ada satu hal lagi yang membuat album ini terasa istimewa: inilah salah satu cerita terakhir yang ditulis René Goscinny, salah satu penciptanya. Sebuah pamitan yang hangat.

← Post sebelumnya Asterix gladiator Post berikutnya → Asterix di Tengah-tengah Orang Swis