Memuat dokumen PDF...
Dari mana asal tradisi minum teh di Inggris? Sejarawan tentu punya jawaban serius. Komik ini punya jawaban yang jauh lebih jenaka: dari sebuah tong ramuan yang hancur dan seorang Galia kecil yang kehabisan akal.
Kisah dimulai di Britania, Inggris kuno, yang hampir seluruhnya sudah ditaklukkan Romawi. Hampir. Masih ada satu desa kecil suku Briton yang gigih melawan. Pemimpin desa itu mengirim pejuang terbaiknya, Anticlimax, sepupu kedua Asterix, menyeberang ke Galia untuk meminta bantuan ajaib.
Dukun Panoramix setuju menyiapkan satu tong penuh Ramuan Ajaib. Asterix dan Obelix ditugaskan mengantar tong berharga itu melintasi Selat Inggris menuju desa Anticlimax. Di tengah jalan mereka diselamatkan oleh seorang pedagang Fenisia, yang kemudian memberi Asterix sebuah kantung berisi rempah-rempah misterius. Kantung kecil itu tampak sepele. Padahal dialah kunci seluruh cerita.
Masalah datang dari kapal yang sama. Seorang perwira Romawi bernama Stratocumulus mendengar misi itu dan bergegas melapor kepada Gubernur Romawi di Londinium. Sang gubernur, yang waspada terhadap Ramuan Ajaib, mengambil langkah pukul rata: sita semua tong anggur dan bir di seluruh kota. Tong Ramuan Ajaib pun ikut terangkut tanpa sengaja, seperti satu berkas yang tersedot ke lemari arsip yang semua mapnya berwarna sama.
Asterix dan Obelix berhasil melacak dan mencuri kembali tong-tong anggur itu, termasuk tong ajaib, dari para Romawi yang telanjur mabuk karena mencicipi isi setiap laras. Tetapi giliran Obelix yang tumbang. Kebanyakan minum bir Briton yang rasanya aneh, ia mabuk, terlibat perkelahian di jalanan, dan tong itu raib digondol seorang pencuri. Pencarian berlanjut dengan kacau, menembus kabut Londinium, bahkan mampir ke sebuah pertandingan Rugby, tempat tong itu sempat dipakai untuk menyemangati tim. Ketika tong akhirnya ditemukan dan mereka mencoba melarikan diri ke desa Anticlimax, ketapel Romawi menembak. Tong hancur tepat di depan mata.
Habis sudah? Justru di sinilah bagian terbaiknya. Asterix tiba di desa Briton yang sedang bersiap menghadapi serangan Romawi tanpa kekuatan super apa pun. Ia sadar yang bisa ia berikan tinggal efek psikologis. Maka teringatlah ia pada kantung rempah dari pedagang Fenisia tadi. Rempah itu, yang ternyata daun teh, ia campur dengan air panas, lalu disajikan kepada para Briton sebagai versi baru Ramuan Ajaib. Para Briton meminum "air panas" itu, memperoleh semangat dan keberanian yang cukup, lalu menghajar Romawi dan memenangkan pertempuran. Seduhan itulah yang kelak menjadi tradisi minum teh di Inggris.
Bukan ramuan ajaib yang menyelamatkan Britania, melainkan secangkir teh dan keyakinan. Mereka tidak pernah benar-benar meminum Ramuan Ajaib; mereka menang berkat dorongan psikologis dari tea party pertama di dunia. Asterix dan Obelix pulang ke desa Galia untuk merayakan kesuksesan misi, dan Dogmatix mendapat hadiah tulang. Manis sekali, seperti teh yang pas gulanya.