Memuat dokumen PDF...
Sirkus Maximus dibangun untuk satu jenis hiburan: darah. Ribuan orang datang untuk menonton manusia saling menghabisi. Lalu datanglah dua orang Galia yang mengubah arena pembantaian itu menjadi arena permainan pesta. Bisakah tawa mengalahkan pedang? Album keempat serial ini, Asterix Gladiator (judul asli Astérix Gladiateur, atau Asterix the Gladiator), menjawabnya dengan riang.
Semua berawal dari seorang Prefek Romawi bernama Odius Asparagus yang singgah di kamp Romawi di Armorika sebelum kembali ke Roma. Ia memutuskan membawa hadiah yang unik dan istimewa untuk Julius Caesar: seorang tawanan dari desa Galia yang tak terkalahkan itu. Para legionaris di kamp berhasil menangkap biduan desa, Assurancetourix (Cacofonix). Bukan karena ia yang paling berbahaya, melainkan karena mereka sudah muak dengan nyanyiannya yang sumbang.
Ketika Asterix dan Obelix menyadari biduan desa telah hilang, desa justru menjadi sangat tenang. Ironis. Tetapi teman tetaplah teman, sumbang atau tidak suaranya. Keduanya bertekad menyelamatkannya, dan mereka mengetahui bahwa Assurancetourix dibawa ke Roma.
Maka berlayarlah mereka ke Roma menumpang kapal pedagang Fenisia bernama Ekonomikrisis. Di perjalanan inilah pembaca untuk pertama kalinya berkenalan dengan kru bajak laut yang selalu sial sepanjang seri ini.
Sesampainya di Roma, kabar buruk menanti. Caesar tidak terkesan dengan hadiah berupa biduan itu dan memutuskan Assurancetourix akan menjadi umpan singa dalam pertandingan gladiator besar yang akan segera diadakan di Sirkus Maximus. Saat berada di pemandian umum Roma, Asterix dan Obelix dilihat oleh Caius Fatuous, seorang pelatih gladiator terkenal. Terkesan dengan fisik mereka, terutama Obelix, Fatuous yakin kedua Galia ini adalah gladiator yang sempurna dan merekrut mereka. Gayung bersambut: dengan menjadi gladiator, mereka bisa masuk Sirkus Maximus dan menyelamatkan sang biduan.
Pelatihan pun mereka jalani dengan cara yang sama sekali tidak konvensional. Alih-alih berlatih bertarung, mereka mengajari sesama gladiator cara bermain game pesta.
Hari pertandingan tiba. Ribuan penonton berkumpul di Sirkus Maximus, termasuk Julius Caesar. Assurancetourix sendiri ditempatkan di sel yang aman karena nyanyiannya yang mengganggu. Begitu pertunjukan dimulai, alih-alih bertarung, Asterix dan Obelix bersama gladiator lainnya malah memulai permainan pesta di tengah arena. Caesar dan penonton bingung dan marah. Caesar lalu memerintahkan agar para gladiator yang bandel itu dihadapi oleh Legiun Romawi.
Asterix meminum Ramuan Ajaib dan memimpin Obelix serta para gladiator yang sekarang bersatu untuk melawan seluruh legiun. Pertunjukan gladiator berubah menjadi tontonan konyol: para legionaris dihajar dan dilemparkan ke udara dengan mudahnya. Lalu terjadilah keajaiban kecil itu. Penonton yang awalnya mengharapkan darah malah terhibur oleh aksi Galia yang lucu. Caesar, yang marah namun ikut terhibur, dipaksa oleh tuntutan publik untuk membebaskan Asterix, Obelix, Assurancetourix, dan para gladiator.
Para gladiator dibebaskan dan dikirim kembali ke tanah air mereka, sementara Asterix, Obelix, dan Assurancetourix berlayar pulang ke desa Galia untuk merayakan kemenangan dengan pesta perjamuan. Satu catatan kecil untuk penggemar: album inilah awal kebiasaan Obelix mengumpulkan helm-helm Romawi sebagai suvenir.
Penonton datang untuk darah, pulang membawa tawa. Kadang cara terbaik melawan kekerasan memang bukan kekerasan yang lebih besar, melainkan permainan yang membuat semua orang lupa untuk saling melukai.