Komik

Asterix Hadiah dari Caesar

Asterix Hadiah dari Caesar

Memuat dokumen PDF...

Hadiah biasanya tanda kasih. Tetapi pernahkah menerima hadiah yang sebenarnya perangkap? Komik "Asterix Hadiah dari Caesar" (judul asli: Le Cadeau de César, atau Asterix and Caesar's Gift) dibangun di atas hadiah semacam itu, dan dari satu gulung akta lahirlah kekacauan politik satu desa.

Kisah dimulai di Roma. Julius Caesar sedang memberikan penghargaan kepada para legiun veteran yang baru menuntaskan masa tugas dua puluh tahun. Salah satunya seorang pemabuk bernama Tremensdelirius, yang menghabiskan dua puluh tahun itu dengan perilaku buruk, bahkan menghina Caesar saat mabuk. Caesar tidak memenjarakannya. Ia justru memberinya hadiah khusus: akta kepemilikan desa Galia yang tak terkalahkan itu. Hukuman yang dibungkus pita. Caesar berharap desa itu sendiri yang akan menghancurkan si veteran, sekaligus membuktikan bahwa karunia dari diktator pun tidak dihargai oleh Galia yang memberontak.

Tremensdelirius tidak tertarik pada tanah yang tidak bisa diminum. Di sebuah kedai minuman di Arausio, kini Orange, ia menukar akta itu dengan makanan dan anggur dalam jumlah besar milik pemilik kedai yang ambisius, Orthopaedix. Selembar akta desa berpindah tangan seharga beberapa guci anggur. Murah sekali harga sebuah desa, kalau penjualnya tidak paham nilainya.

Orthopaedix memboyong istri dan putrinya ke Armorika untuk mengklaim "hadiah" itu. Sesampainya di sana, ia dengan lantang menyatakan desa itu miliknya dan menuntut para penduduk segera pergi. Tentu saja ditolak. Tetapi justru dari sinilah bara yang sesungguhnya menyala, bukan dari luar, melainkan dari dalam. Orthopaedix, didukung istrinya yang materialistis dan sombong, menantang Abraracourcix (Vitalstatistix) dalam pemilihan memperebutkan jabatan Kepala Desa. Desa Galia terbelah menjadi dua kubu. Sebagian setia pada Abraracourcix, sebagian tergiur janji-janji Orthopaedix yang lebih "modern". Bahkan Obelix sempat menyeberang mendukung Orthopaedix, bukan karena politik, melainkan karena jatuh cinta pada Influenza, putri sang penantang.

Sikap Panoramix di tengah kisruh ini yang paling menusuk. Ia menahan diri, menolak membuat Ramuan Ajaib. Alasannya sederhana dan dalam: kalau kekuatan itu hanya akan dipakai orang Galia untuk saling bertarung, lebih baik mereka tidak punya kekuatan sama sekali. Bukankah ukuran itu berlaku juga untuk banyak hal yang kita genggam hari ini?

Sementara itu Tremensdelirius tersadar telah menukar "desa termewah" dengan anggur. Ia mendatangi kamp Romawi terdekat dan menuntut sang Centurion membantunya merebut kembali tanahnya, dengan ancaman melapor kepada Caesar. Asterix melihat bahaya: Romawi bersiap menyerang desa yang sedang tidak dilindungi Ramuan Ajaib. Ia mencoba memperingatkan penduduk. Tidak ada yang mendengar. Semua sibuk berdebat dan berkampanye. Baru ketika yang beterbangan adalah panah dan batu ketapel, bukan lagi kata-kata, penduduk desa tersadar dari hiruk pikuk politik mereka.

Dengan keberanian, kecerdasan, dan sedikit Ramuan Ajaib yang berhasil diramu Panoramix pada menit terakhir, Galia berhasil mengusir Romawi. Orthopaedix akhirnya menyadari bahwa hidup damai di desa itu tidak bisa ditukar dengan janji kekayaan, lalu pulang bersama keluarganya ke Arausio. Abraracourcix memenangkan pemilihan yang sudah tidak penting lagi dan kembali menjadi kepala desa yang diusung di atas perisainya. Desa Galia merayakan pulihnya kedamaian dengan perjamuan di malam hari. Musuh dari luar ternyata gampang diusir. Yang sulit justru berdamai dengan tetangga sendiri.

← Post sebelumnya Asterix prajurit romawi Post berikutnya → Asterix di corsica