Memuat dokumen PDF...
Siapa pun yang pernah melihat sawah di dekat rumahnya berubah menjadi kompleks perumahan tahu rasanya: pemandangan lama hilang, tetangga baru datang, cara hidup pelan-pelan ikut berubah. Perasaan itulah yang digarap album "Negeri Dewa-Dewa" (judul asli: Le Domaine des Dieux, dalam bahasa Inggris The Mansions of the Gods), kisah upaya terbaru Julius Caesar menaklukkan desa Galia yang tak terkalahkan.
Karena tidak berhasil dengan cara militer, Caesar beralih ke asimilasi budaya. Rencananya: membangun perumahan mewah bergaya Romawi, disebut "Negeri Dewa-Dewa", di hutan tepat di sebelah desa Galia. Tujuannya mengubah lingkungan Galia menjadi koloni Romawi kelas atas, lalu secara bertahap menyerap Galia ke dalam peradaban Romawi. Rumahku istanaku, kata orang Romawi. Hutanku nyawaku, kata orang Galia.
Asterix dan Obelix mula-mula menggagalkan proyek itu dengan menghalangi penebangan hutan, bahkan menanam biji pohon ek ajaib yang langsung tumbuh menjadi pohon besar. Ditebang pagi, tumbuh sore. Namun masalah menjadi rumit dari arah yang tak terduga. Para budak yang dipekerjakan untuk pembangunan, setelah meminum sedikit Ramuan Ajaib pemberian Asterix (niatnya agar mereka bisa melarikan diri), justru menuntut kondisi kerja yang lebih baik, upah yang layak, dan kebebasan setelah menyelesaikan bangunan pertama. Niatnya menolong, hasilnya proyek jalan terus.
Pembangunan pun selesai dan unit-unit apartemen mulai ditempati warga sipil Romawi kaya dari Roma. Tetangga baru ini mengubah desa Galia. Penduduk mulai menjual barang-barang kepada orang Romawi dengan harga tinggi, termasuk "barang antik" berupa senjata lama, sampai timbul inflasi parah dan konflik di antara mereka sendiri. Bukankah godaan paling ampuh jarang datang lewat ancaman, lebih sering lewat peluang?
Segala cara dicoba untuk mengusir penghuni Romawi: membuat hujan deras, sampai nyanyian Assurancetourix yang sumbang. Semua gagal. Akhirnya desa memutuskan menghancurkan kompleks mewah itu dan mengembalikannya menjadi hutan. Sekali lagi kebebasan mereka selamat dari rencana licik Caesar. Kadang cara menjaga jati diri memang sesederhana itu: tahu apa yang tidak boleh dijual.