Memuat dokumen PDF...
Larangan itu aneh. Semakin keras dilarang, semakin nyaring ia memanggil untuk dilanggar. Siapa yang tahan? Obelix tahu persis rasanya. Seumur hidup ia dilarang meminum Ramuan Ajaib karena efeknya pada dirinya akan permanen dan tak terduga; ia sudah terendam dalam kuali ramuan saat masih bayi. Di album inilah godaan itu akhirnya menang. Diam-diam Obelix menenggak satu panci penuh ramuan Dukun Panoramix. Akibatnya fatal seketika: ia berubah menjadi patung batu granit besar.
Sementara desa Galia panik, sebuah kapal mendarat di pantai desa. Bukan sembarang kapal, melainkan kapal pribadi Julius Caesar. Kapal itu ternyata dicuri oleh sekelompok budak yang melarikan diri, dipimpin seorang pemberontak bernama Spartakis, dan mereka datang mencari perlindungan di desa Galia.
Panoramix berhasil menyelamatkan Obelix dari wujud batu. Tetapi sembuh yang satu, muncul yang lain. Efek ramuan yang berlebihan mengembalikannya ke wujud permanen yang berbeda: anak kecil. Bayangkan Obelix bertubuh bocah tetapi tetap berkekuatan super. Konyol sekaligus memilukan. Obat yang diminum melebihi takaran memang bisa berubah menjadi racun.
Panoramix sadar ia tidak punya penawar untuk kondisi ini. Satu-satunya harapan ada di Atlantis, pulau mistis yang diyakini menjadi rumah pendeta agung yang dapat menyembuhkan Obelix. Maka berlayarlah rombongan itu: Asterix, Panoramix, Obelix dalam wujud anak-anak, dan para budak pelarian, dengan Kapal Galai Caesar yang dicuri. Pelayaran mereka berubah menjadi pengejaran komedi di Laut Mediterania. Armada Romawi di bawah pimpinan Laksamana Crustacius mati-matian memburu kapal curian itu. Asterix dan kawan-kawan berhasil mengalahkan Romawi berkali-kali, tetapi ada yang membuat mereka waswas: persediaan Ramuan Ajaib semakin menipis. Kekuatan yang biasa diandalkan ternyata ada batasnya juga.
Di Atlantis mereka bertemu pendeta Absolutlifabulos. Kejutan menunggu. Sang penyembuh ternyata juga korban Ramuan Ajaib yang berlebihan; ia menjadi raksasa yang tidak bahagia dan ingin pergi dari Atlantis. Tabib yang senasib dengan pasiennya. Absolutlifabulos setuju menyembuhkan Obelix, dan setelah melalui ritual penyembuhan, Obelix akhirnya kembali ke ukuran normalnya yang besar dan kuat.
Perjalanan pulang masih menyisakan satu babak: bersama para budak yang kini bebas, mereka sekali lagi mengalahkan sisa armada Romawi. Kapal Galai Caesar yang sudah rusak parah pun dikembalikan. Caesar, yang sangat marah karena malu, memutuskan mengubah kapal pribadinya menjadi monumen di Roma, sementara Laksamana Crustacius dihukum menjadi tukang sapu arena. Desa Galia menggelar perjamuan meriah merayakan kembalinya Obelix yang sehat dan kuat. Judulnya boleh "Obelix yang malang", tetapi dari kemalangannya kita diingatkan pada satu hal: yang paling sulit dikalahkan bukan Romawi, melainkan godaan diri sendiri.