Komik

Asterix dan Panci Sup Bawang

Asterix dan Panci Sup Bawang

Memuat dokumen PDF...

Orang Romawi punya ungkapan terkenal: uang tidak berbau. Album Asterix dan Panci Sup Bawang (Astérix et le chaudron) membantahnya dengan jenaka. Di sini uang justru berbau bawang, dan bau itulah yang membongkar seluruh perkara.

Ceritanya begini. Licikmunafix (dikenal juga sebagai Whosemoralsarelastix), kepala desa Galia tetangga yang licik, meminta bantuan Abraracourcix, kepala desa Asterix, untuk menyembunyikan sebuah panci berisi uang sestertii, mata uang Romawi, milik desanya. Alasannya: supaya tidak jatuh ke tangan pemungut pajak Romawi. Abraracourcix setuju, dan demi kehormatan desa, Asterix ditugaskan menjaga panci itu. Ia berjaga semalam suntuk di depan panci yang diletakkan di rumahnya. Bangga, siaga, tidak tidur.

Paginya panci itu masih ada. Uangnya sudah raib.

Desa Galia punya aturan yang ketat: siapa gagal menjalankan tugas kehormatan, ia harus dibuang sampai mampu mengganti kerugian yang hilang. Maka Asterix pun diasingkan. Obelix ikut mengasingkan diri, bukan karena bersalah, melainkan karena tidak mau meninggalkan temannya. Persahabatan macam apa yang lebih sederhana dan lebih dalam daripada itu?

Dimulailah petualangan mengumpulkan uang demi mengisi kembali panci itu dan memulihkan kehormatan desa. Di sinilah komedi album ini bekerja. Mereka mencoba menjadi gladiator di sebuah festival Romawi, gagal total karena kekuatan Obelix terlalu besar. Mencoba berbisnis menjual babi hutan, gagal karena tidak mengerti hukum permintaan dan penawaran. Bahkan mencoba merampok bank Romawi, gagal juga, karena mereka terlalu naif dan menganggap perampokan itu urusan yang rumit. Di tengah jalan mereka bertemu lagi dengan para Bajak Laut yang, setelah dihajar habis-habisan oleh Obelix, banting setir mengubah kapal mereka menjadi restoran terapung. Restoran itu pun ikut hancur di tangan para pahlawan kita.

Satu hal membuat album ini terasa unik: sepanjang perjalanan itu Asterix dan Obelix harus berjuang lama tanpa ramuan ajaib. Modal mereka hanya akal dan otot.

Di ujung keputusasaan, mereka merampok seorang pemungut pajak Romawi di jalan demi mengisi panci. Dari koin-koin itulah hidung Asterix menangkap bau khas bawang. Ia teringat bahwa panci yang hilang itu awalnya dipakai Licikmunafix untuk memasak sup bawang. Kesimpulannya menohok: Licikmunafix sendirilah yang mencuri kembali uangnya, supaya desa Asterix yang harus menanggung kerugiannya!

Asterix dan Obelix menghadapi kepala desa licik itu. Licikmunafix sempat mencoba melarikan diri, dan uangnya jatuh ke laut, mendarat tepat di kapal Bajak Laut. Rezeki nomplok untuk mereka yang paling sering sial. Kehormatan desa Asterix pulih, dan Licikmunafix menuai balasannya.

Kehormatan, keserakahan, dan persahabatan antara Asterix dan Obelix. Tiga bahan itu diaduk dalam satu panci, dan baunya sampai ke pembaca.

← Post sebelumnya Asterix dan cleopatra Post berikutnya → Bayi Asterix