Memuat dokumen PDF...
Ada satu hal yang membuat album ke-26 ini istimewa bahkan sebelum halamannya dibuka. "Perjalanan ke Mesopotamia" (judul asli: Astérix et l'Or Noir, dalam bahasa Inggris Asterix and the Black Gold) adalah karya pertama yang ditulis sekaligus digambar sepenuhnya oleh Albert Uderzo setelah meninggalnya René Goscinny. Bayangkan seorang pemain biola yang bertahun-tahun berduet, lalu harus naik panggung sendirian. Bisakah musiknya tetap sama? Album ini adalah jawabannya. Ceritanya sendiri memparodikan dua hal sekaligus: kisah mata-mata dan krisis energi.
Ketika ramuan ajaib kehabisan minyak
Semua bermula dari situasi darurat di desa Galia. Panoramix sang Dukun kehabisan minyak batu karang, bahan yang sangat penting untuk meramu Ramuan Ajaib. Minyak batu karang itu, belakangan diketahui, tidak lain adalah minyak bumi. Tanpa ramuan, desa Galia rentan terhadap serangan Romawi. Celakanya, Pedagang Fenisia yang seharusnya memasok bahan tersebut jatuh sakit dan tidak dapat melakukan pengiriman. Maka Panoramix meminta Asterix dan Obelix, didampingi Dogmatix, menempuh perjalanan sulit ke Timur Tengah, ke Mesopotamia (kini Irak), yang sebagian besar berupa gurun.
Agen rahasia beraksi
Di Roma, Caesar tidak tinggal diam. Melalui kepala intelijen rahasianya, M. Devius Surreptitious, ia mengirim mata-mata ulung yang ahli dalam penyamaran dan tipu daya: Nolnolpituix (Dubbelosix), parodi terang-terangan dari agen 007, James Bond. Misinya mengikuti Asterix dan Obelix untuk mencari tahu rahasia Ramuan Ajaib dan, jika gagal, menyabotase misi mereka.
Nolnolpituix menyamar sebagai Dukun Galia dan berhasil menyusup ke rombongan. Sepanjang jalan ia bekerja seperti rayap di dalam kayu: tak terlihat, tetapi terus menggerogoti. Karavan dibuatnya tersesat di gurun. Air diracuninya. Resep ramuan yang ia curi dari Panoramix nyaris dilarikannya. Di Gurun Yudea, Asterix dan Obelix masih harus menghadapi legiun Romawi pula, sambil terus meladeni intrik agen yang satu ini.
Penemuan yang menggelitik
Setelah berbagai kesulitan di gurun, mereka akhirnya menemukan sumber minyak batu karang yang berlimpah di Mesopotamia. Misi selesai? Justru di sinilah leluconnya. Panoramix kemudian menyadari bahwa ia sebenarnya tidak membutuhkan minyak batu karang itu untuk Ramuan Ajaib pemberi kekuatan super. Minyak itu hanya ia pakai untuk ramuan yang lain: penumbuh kembali rambut rontok. Jauh-jauh menyeberangi gurun, ternyata untuk urusan rambut.
Minyak yang telanjur dibawa pulang pun disimpan sebagai "cadangan untuk masa depan yang tidak pasti". Sedia payung sebelum hujan, sedia minyak sebelum krisis. Nolnolpituix akhirnya dikalahkan dan dikirim kembali ke Roma, sementara Asterix, Obelix, dan seluruh desa merayakan kepulangan mereka dengan Pesta Perjamuan tradisional, dengan pasokan minyak baru tersimpan di latar belakang.
Album ini secara satir menyindir krisis minyak tahun 1970-an dan dunia spionase. Dibaca hari ini, sindirannya masih terasa segar. Bukankah dunia kita pun masih sering panik oleh barang yang sama, yaitu minyak?