Komik

Asterix perjalanan keliling galia

Asterix perjalanan keliling galia

Memuat dokumen PDF...

Sejak lama saya percaya ada komik yang bisa membuat pembacanya lapar. Album yang satu ini buktinya. "Perjalanan Keliling Galia" (judul asli: Le Tour de Gaule d'Astérix, dalam bahasa Inggris Asterix and the Banquet) adalah petualangan klasik yang mengirim Asterix dan Obelix menjelajahi berbagai wilayah Galia, Perancis kuno, sambil memborong makanan khasnya. Album ini juga punya jasa sejarah: di sinilah anjing kecil kesayangan Obelix, Dogmatix (Idefix), pertama kali diperkenalkan.

Pagar untuk desa yang tak terkalahkan

Cerita dimulai ketika seorang Prefek Romawi yang baru tiba di Armorika, Overanxius, merasa sangat terganggu dengan desa Galia yang tak terkalahkan. Setelah serangan militer terbarunya dipukul mundur, ia mengambil jalan lain: mengisolasi desa itu dari dunia luar dengan membangun barikade atau pagar kayu besar di sekelilingnya, dan menyatakan bahwa desa itu bukan lagi bagian dari Galia. Kalau tidak bisa dikalahkan, kurung saja. Kira-kira begitu logikanya.

Asterix marah karena kebebasannya dirampas. Maka ia menantang Overanxius dengan sebuah taruhan: ia dan Obelix akan keluar dari barikade, melakukan perjalanan keliling Galia, dan kembali ke desa dengan membawa makanan khas dari setiap kota besar. Kalau mereka berhasil menyelesaikan tur ini dan menyajikan semua hidangan itu dalam sebuah perjamuan, Romawi harus menghancurkan barikade dan mengakui kekalahan.

Tur kuliner di bawah kejaran legiun

Berangkatlah keduanya, menyelinap keluar dari desa. Di Lutetia (Paris) mereka mengambil ham; di sana pula seekor anjing kecil mulai mengikuti Obelix tanpa disadarinya. Di Camaracum (Cambrai) mereka mendapatkan gula-gula rebus, di Rothomagus (Rouen) jus apel, di Lugdunum (Lyon) sosis dan quenelle setelah nyaris tersesat di labirin jalanan sempitnya yang kacau, dan di Massilia (Marseille) sup ikan pedas. Keranjang mereka makin berat, dan makin berharga. Kalau kata peribahasa cinta datang dari mata turun ke hati, di album ini cinta tanah air datang dari lidah turun ke hati.

Sepanjang perjalanan, pasukan Romawi terus memburu mereka dengan satu perintah: hentikan dan sita keranjang makanan itu. Namun di setiap kota pasangan Galia ini selalu menemukan cara cerdik untuk mengecoh Romawi, dan selalu ada patriot Galia setempat yang bersimpati dan diam-diam membantu. Perjalanan ini mirip lari estafet: tongkatnya berpindah dari tangan ke tangan, berupa simpati orang-orang sebangsa.

Perjamuan kemenangan

Setelah semua hidangan khas terkumpul, Asterix dan Obelix berhasil menyelinap kembali ke desa melewati barikade Romawi yang masih utuh, lalu menyajikan hidangan-hidangan itu di hadapan Centurion yang terkejut. Taruhan selesai. Romawi kalah, dan barikade pun dibongkar.

Desa Galia menggelar Perjamuan Kemenangan yang meriah. Mangan ora mangan sing penting kumpul, kata orang Jawa; di desa Galia keduanya dirayakan sekaligus: kumpulnya dapat, makan enaknya juga dapat. Dan justru di tengah pesta itulah Obelix baru menyadari bahwa si anjing kecil telah mengikutinya sepanjang perjalanan. Ia memberinya sebuah tulang, dan sejak saat itu Dogmatix menjadi bagian tak terpisahkan dari petualangan mereka. Kadang sahabat paling setia memang datang tanpa diundang, cukup mengikuti dari belakang.

← Post sebelumnya Obelix dan Kawan-kawan Post berikutnya → Asterix perjalanan ke mesopotamia