Memuat dokumen PDF...
Apa yang sanggup membuat orang Galia yang paling anti-Romawi justru mendaftar menjadi prajurit Romawi? Jawabannya klasik: cinta. Komik Asterix berjudul "Asterix Prajurit Romawi" (judul asli: Astérix Légionnaire, atau Asterix the Legionary) adalah volume ke-10 dari seri ini, sebuah parodi tentang birokrasi, wajib militer, dan keragaman etnis dalam Legiun Romawi. Tetapi mesin penggerak ceritanya adalah hati Obelix yang patah.
Sinopsis Komik "Asterix Prajurit Romawi"
Kisah dimulai di desa Galia. Obelix jatuh cinta pada pandangan pertama kepada seorang gadis cantik bernama Panacea, yang baru saja kembali dari sekolahnya di Condatum (Rennes). Belum sempat berbunga lama, hatinya hancur berkeping-keping: Panacea ternyata sudah bertunangan dengan seorang pemuda bernama Tragicomix.
Nasib lalu berbelok kejam. Tragicomix direkrut secara paksa, wajib militer, ke dalam Legiun Romawi dan dikirim ke Afrika Utara untuk bertempur dalam perang saudara Caesar melawan Metellus Scipio. Kebahagiaan Panacea terenggut. Dan di sinilah Obelix menunjukkan kelasnya. Patah hati, tetapi ia bersumpah demi Panacea untuk menyelamatkan tunangan gadis itu. Menolong pria yang merebut hati pujaannya. Adakah kesatriaan yang lebih tulus dari itu?
Demi sumpah itu, Asterix dan Obelix melakukan hal yang tidak terpikirkan: mendaftar sebagai Prajurit Romawi, legionaris, untuk melacak dan menyelamatkan Tragicomix. Mereka berangkat ke Condatum lalu ke Massilia (Marseille), tempat mereka mendaftar di Legiun Romawi. Prosesnya kacau balau. Keduanya dengan santai melanggar setiap peraturan militer dan menghajar para perwira, tetapi tetap saja diterima. Tentara Romawi sedang butuh rekrutan. Kalau pasukan sedang kekurangan orang, peraturan bisa melentur seperti karet.
Mereka ditempatkan di unit pelatihan yang paling konyol, bersama rekrutan baru dari mana-mana: seorang Goth, seorang Briton yang justru puas dengan ransum Romawi yang menjijikkan, seorang Yunani yang terus-menerus menawar upah, seorang Belgia, dan seorang Mesir yang mengira dirinya sedang ikut paket tur. Satu barak, banyak bangsa, seribu kesalahpahaman. Pelatihan dasar itu akhirnya bukan menempa para rekrutan, melainkan membuat para instrukturnya gila.
Unit multinasional itu kemudian diberangkatkan ke Afrika Utara. Di sana kabar buruk menunggu: Tragicomix hilang dalam pertempuran. Asterix dan Obelix tidak menunggu prosedur. Berbekal kekuatan dari Ramuan Ajaib yang selalu dibawa Asterix, mereka menyerbu kamp musuh, kamp Metellus Scipio, dan menemukan Tragicomix. Aksi nekat di tengah pertempuran besar itu menimbulkan kekacauan total di medan perang. Pasukan Metellus Scipio mengira sekutu mereka berkhianat, lalu memutuskan mundur.
Kemudian muncullah Julius Caesar, mendapati pertempuran sudah selesai dan dirinya menang. Meskipun Asterix dan Obelix berhasil membawa Tragicomix, Caesar justru terkesan pada kekacauan yang mereka timbulkan, kekacauan yang tanpa sengaja memenangkannya. Sebagai rasa terima kasih, sekaligus cara halus menyingkirkan dua Galia pembuat onar itu, Caesar membebaskan Asterix, Obelix, dan Tragicomix.
Mereka pulang ke desa. Tragicomix bersatu kembali dengan Panacea dan pernikahan pun digelar. Obelix harus menyaksikan kekasih hatinya menikah dengan pria lain, tetapi ia bangga karena telah menepati janjinya. Desa Galia merayakan kepulangan mereka dengan pesta perjamuan meriah. Cinta Obelix tidak berbalas, tetapi tidak sia-sia. Kadang kemenangan hati justru tampak seperti kekalahan.