Memuat dokumen PDF...
Ada saatnya sebuah komik tumbuh dewasa, persis seperti pembacanya. Lotus Biru (The Blue Lotus / Le Lotus bleu) adalah saat itu bagi Tintin. Kisahnya melanjutkan langsung Cerutu Sang Pharaoh. Tintin masih berada di India ketika sebuah pesan memanggilnya ke Shanghai, Tiongkok, untuk menyelidiki jaringan perdagangan opium internasional. Halaman resmi Tintin merangkumnya sebagai usaha membongkar perdagangan opium yang merajalela di Tiongkok.
Di Shanghai, Tintin berhadapan dengan komplotan kriminal, intrik politik, dan campur tangan Jepang di Tiongkok. Yang membuat album ini istimewa, Hergé mulai memberi latar sejarah yang lebih serius. Kisahnya menyinggung peristiwa seputar pendudukan Jepang dan propaganda anti-Tiongkok. Album-album awal terasa seperti coretan gembira di buku sketsa. Lotus Biru mulai terasa seperti lukisan yang direncanakan: lebih matang, lebih serius, lebih sadar pada realitas politik zamannya.
Lalu ada Chang Chong-chen. Anak Tiongkok itu diselamatkan Tintin dari banjir, kemudian menjadi sahabat dekatnya. Situs resmi Tintin sendiri menekankan pentingnya pertemuan ini. Pertemanan Tintin dan Chang menjadi salah satu hubungan paling mengharukan dalam seluruh seri. Sahabat sejati memang jarang ditemukan di ruang tamu. Lebih sering di tengah banjir.
Secara ringkas, Tintin pergi ke Tiongkok melanjutkan penyelidikan dari album sebelumnya, membongkar jaringan opium, melawan para pelaku manipulasi politik dan kriminal, lalu menolong teman-teman barunya di tengah situasi berbahaya. Album ke-5 dalam seri ini secara umum dianggap sebagai salah satu titik awal kematangan artistik Hergé. Bagaimana bisa cerita bergambar memikul sejarah seberat itu tanpa kehilangan kehangatannya? Justru di situ keajaibannya.