Komik

Patung Kuping Belah

Patung Kuping Belah

Memuat dokumen PDF...

Perkara besar sering bocor lewat detail kecil. Sebuah patung fetis Arumbaya dicuri dari museum, lalu anehnya dikembalikan lagi. Kasus selesai? Belum. Tintin memperhatikan telinganya. Detail kecil pada bagian telinganya berbeda, dan dari situ ia yakin patung yang kembali bukan yang asli, melainkan tiruan. Orang lain melihat patung, Tintin melihat kupingnya. Dari telinga turun ke perkara.

Penyelidikan membawanya ke Amerika Selatan. Halaman resmi Tintin merangkumnya sebagai perburuan seru mengambil kembali fetis yang dicuri. Tetapi di sana urusannya melebar. Pemburu benda langka, tentara, kepentingan ekonomi, dan situasi perang yang terinspirasi Perang Gran Chaco antara Bolivia dan Paraguay, semuanya saling bertabrakan. Misteri patung kecil itu ternyata terikat pada urusan yang jauh lebih besar daripada sekadar pencurian museum. Seperti menarik seutas benang di ujung rajutan: satu tarikan, seluruh kaitannya ikut terbuka.

Sepanjang cerita Tintin menghadapi kejar-kejaran, penipuan, pergantian rezim, dan perjalanan sampai ke wilayah hutan. Album ini memadukan misteri detektif, petualangan politik, dan satir Amerika Latin versi Hergé. Bukankah hidup sering begitu juga? Kita mengejar satu barang kecil yang hilang, lalu menemukan seribu urusan di belakangnya. Becik ketitik, ala ketara. Yang baik akhirnya kelihatan, yang buruk akhirnya terbongkar juga.

Dalam urutan petualangan Tintin, ini album ke-6. Daftar resmi album di Tintin.com menempatkannya setelah The Blue Lotus dan sebelum The Black Island.

← Post sebelumnya Lotus Biru Post berikutnya → Pulau Hitam