Komik

Sang Penghasut

Sang Penghasut

Memuat dokumen PDF...

Ada penjahat yang datang membawa pedang, ada yang cukup membawa mulut. Akalbusyukus (Tortuous Convolvulus) termasuk yang kedua. Dialah bintang album "Sang Penghasut" (judul asli: La Zizanie, dalam bahasa Inggris Asterix and the Roman Agent), kisah tentang upaya Julius Caesar menaklukkan desa Galia bukan dengan kekuatan militer, melainkan dengan perang psikologis lewat strategi adu domba.

Frustrasi karena perlawanan desa Galia tak pernah padam berkat Ramuan Ajaib, Caesar di Roma mengirim senjata rahasia baru: seorang agen Romawi yang ahli menyebarkan kebencian, kecurigaan, dan perselisihan hanya dengan beberapa kata. Hanya beberapa kata. Itu saja modalnya.

Racun yang bekerja tanpa suara

Sampai di desa Galia, Akalbusyukus mulai membisikkan racunnya: Asterix, yang dianggap paling dekat dengan Dukun Panoramix, katanya telah menjual rahasia Ramuan Ajaib kepada Romawi dengan imbalan emas. Desas-desus itu langsung menyebar seperti api di jerami kering. Warga desa yang biasanya bersatu menjadi saling curiga. Rivalitas kecil membesar menjadi konflik terbuka. Kepala Desa Abraracourcix kehilangan wibawa, para penduduk saling menuduh, bahkan hubungan baik Asterix dan Obelix pun nyaris menjadi korban. Karena nila setitik rusak susu sebelanga; karena bisik setitik, nyaris rusak desa sebelanga.

Puas melihat desa Galia terpecah-belah, sang agen kembali ke kamp Romawi dan meyakinkan Centurion bahwa desa sudah lumpuh dan Romawi kini memiliki Ramuan Ajaib. Padahal tidak. Kebohongan itu membuat pasukan Romawi dari keempat kamp di sekitarnya bersatu untuk melancarkan serangan besar-besaran.

Penawar untuk hasutan

Bagaimana cara melawan fitnah? Menyadari bahaya hasutan yang hampir menghancurkan desa, Asterix, Obelix, dan Panoramix menyusun rencana tandingan yang cerdik. Mereka berpura-pura bahwa Panoramix telah menemukan penawar untuk hasutan. Akalbusyukus panik, dan dalam kepanikannya ia membongkar kebohongannya sendiri. Becik ketitik, ala ketara; yang baik akhirnya tampak, yang jahat akhirnya terbongkar.

Saat pasukan Romawi tiba, mereka sangat terkejut melihat desa Galia telah bersatu kembali. Pertempuran pecah, dan seperti biasa Romawi kalah telak. Akalbusyukus ditangkap dan dikirim kembali ke Roma, lalu dijebloskan ke penjara karena menyebabkan kekalahan memalukan bagi legiun Romawi.

Album ini menyoroti kerapuhan persatuan manusia yang mudah dihancurkan hanya oleh fitnah dan kecurigaan. Desa yang tidak bisa ditembus ribuan legiuner nyaris runtuh oleh satu orang yang pandai berbisik. Bukankah itu juga potret zaman kita, zaman ketika bisikan bisa dikirim ke ribuan telinga sekali pencet?

← Post sebelumnya Menjelajahi Kelezatan Dunia Kuliner: Sebuah Petualangan Rasa Post berikutnya → Obelix dan Kawan-kawan