Dapur itu ruang yang aneh. Ia tempat paling hangat di rumah, tempat lahirnya masakan dan obrolan, tapi sekaligus tempat berkumpulnya hampir semua bahaya: api, gas, listrik, minyak panas, benda tajam. Semuanya berjejer dalam ruangan berukuran beberapa meter persegi. Bagaimana bisa kita masuk ke sana setiap hari tanpa berpikir dua kali? Mungkin justru karena terlalu terbiasa. Maka ada baiknya kita berhenti sejenak dan menengok kebiasaan yang perlu dihindari.
Yang pertama justru terdengar terbalik: pisau tumpul lebih berbahaya daripada pisau tajam. Percaya atau tidak, begitulah kenyataannya. Pisau tumpul sulit dikendalikan, kita jadi menekan lebih keras, dan tekanan itulah yang berpotensi melukai tangan. Pisau yang terawat dan tajam justru pisau yang penurut. Ia memotong bahan makanan, bukan jari kita.
Bahaya kedua berhubungan dengan hidung. Kalau tercium bau gas yang mencurigakan, jangan pernah menyalakan kompor. Satu percikan saja bisa berujung ledakan. Periksa dulu sumber kebocorannya, pastikan gas sudah hilang, baru kompor boleh dinyalakan. Masih soal api: jauhkan kain serbet, tisu, dan bahan mudah terbakar lainnya dari kompor. Kain kering di dekat api itu seperti umpan di depan ikan. Cepat atau lambat akan disambar.
Lalu ada urusan listrik dan air, dua hal yang tidak pernah akur. Pastikan tangan kering sebelum menyentuh blender, mixer, atau microwave. Tangan basah bisa mengundang korsleting, bahkan sengatan listrik yang fatal. Hal serupa berlaku untuk minyak goreng. Jangan menumpuk terlalu banyak minyak panas di wajan. Minyak yang meluap bisa menyebabkan luka bakar, bahkan kebakaran. Gunakan wajan berukuran tepat dengan minyak secukupnya.
Ada juga bahaya yang bukan soal benda, melainkan soal orang kecil yang berlarian di rumah. Anak-anak. Awasi mereka setiap kali berada di dapur, dan simpan peralatan tajam serta bahan kimia di tempat yang tidak terjangkau tangan mungil. Lebih baik lagi, ajari mereka tentang bahaya di dapur. Anak yang mengerti lebih aman daripada anak yang hanya dilarang.
Kebiasaan kecil pun berbicara. Taruhlah panci dengan gagang menghadap ke dalam, bukan ke luar. Gagang yang menjorok keluar tinggal menunggu lengan siapa yang menyenggolnya, dan panci berisi kuah panas pun jatuh. Periksa juga kondisi peralatan secara rutin. Kabel yang terkelupas, gagang panci yang longgar, semuanya bahaya yang menunggu giliran. Segera ganti yang rusak.
Dua hal terakhir sering diremehkan. Pertama, kebersihan. Bersihkan permukaan dapur, kompor, dan peralatan masak setiap selesai digunakan, sebab tumpukan lemak bisa menjadi sarang bakteri dan bahkan pemicu kebakaran. Kedua, jangan pernah meninggalkan api menyala tanpa pengawasan, meskipun hanya sebentar. Api yang ditinggal itu seperti anak kecil yang ditinggal sendirian: kita tidak pernah tahu apa yang terjadi lima menit kemudian. Matikan kompor setiap kali selesai memasak atau harus meninggalkan dapur.
Sepuluh hal, dan semuanya sebenarnya satu: perhatian. Dapur yang diperhatikan akan membalas dengan masakan yang enak dan hari yang tenang. Selamat memasak, dan tetap aman.