Hobi

Gaya Hidup Produktif: Membangun Kebiasaan Sukses dalam Kehidupan Sehari-hari

Ada jam-jam ajaib di pagi hari, sebelum rumah ramai dan telepon mulai berbunyi. Udara masih segar, pikiran masih jernih, dan hari terasa seperti kertas kosong yang belum tercoret. Mungkin itu sebabnya nasihat produktivitas yang paling tua bunyinya sederhana saja: bangunlah lebih pagi. Siapa cepat dia dapat, kata pepatah. Dengan bangun pagi, kita punya waktu lebih banyak untuk beraktivitas dan menyusun rencana hari itu.

Tapi waktu yang banyak tanpa arah hanya akan menguap. Maka kebiasaan kedua: tuliskan daftar pekerjaan. Menuliskan apa yang harus dikerjakan membuat kita lebih terorganisir dan tidak mudah lupa. Kepala kita bukan gudang yang baik, tapi ia perencana yang hebat. Biarkan kertas yang mengingat, biarkan kepala yang berpikir. Dan tetaplah realistis: Roma tidak dibangun sehari, target pun sebaiknya diukur dengan kemampuan. Alon-alon waton kelakon.

Kebiasaan ketiga sering dianggap bukan urusan produktivitas, padahal justru pondasinya: kesehatan. Olahraga teratur, makanan bergizi, tidur yang cukup. Dari mana datangnya fokus kalau tubuh lelah? Tubuh yang sehat menopang pikiran yang sehat, sesederhana itu.

Lalu luangkan waktu untuk belajar dan mengembangkan diri. Dunia bergerak cepat, tapi kabar baiknya: tidak ada kata terlambat untuk belajar hal baru. Ilmu bisa digali dari buku, dari kursus, bahkan dari obrolan dengan teman sejawat. Yang penting rasa penasarannya tetap menyala.

Anehnya, kebiasaan produktif berikutnya justru berhenti bekerja. Ya, beristirahat dan bersantai. Kita bukan mesin yang bisa menyala terus tanpa henti. Bahkan mesin pun butuh didinginkan. Luangkan waktu untuk diri sendiri, hibur diri dengan kegiatan yang disukai. Keseimbangan kerja dan hidup itu bukan kemewahan, melainkan syarat.

Jangan lupakan pula orang-orang di sekitar kita: keluarga, teman, rekan kerja. Semua perlu diperhatikan dan dihargai. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Produktivitas yang mengorbankan relasi biasanya berumur pendek.

Dan yang terakhir, jangan takut mencoba dan gagal. Kesuksesan tidak datang dengan mudah. Kadang kita harus jatuh dulu sebelum bisa bangkit. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.

Tujuh kebiasaan ini tidak akan mengubah hidup dalam semalam. Perubahan memang tidak datang begitu saja, ia harus dimulai dari diri sendiri. Dimulai, dijalani, diulang, sampai menjadi kebiasaan. Kenapa tidak mulai hari ini?

Sumber:

Allen, David. (2001). Getting Things Done: The Art of Stress-Free Productivity. Penguin Books. ISBN 978-0143126560.
Covey, Stephen R. (1989). The 7 Habits of Highly Effective People: Powerful Lessons in Personal Change. Free Press

← Post sebelumnya Mengungkap Misteri: 10 Resep Istimewa dari Chef Dunia Post berikutnya → Mengenal Yoga: Olahraga yang Menyehatkan Tubuh dan Jiwa