Hobi

LIburan gaya minimalis

Setiap kali berkemas untuk bepergian, saya selalu heran sendiri. Kok tas cepat sekali penuh? Padahal separuh isinya nanti tidak tersentuh. Rupanya bukan hanya tas yang begitu; anggaran liburan pun sering penuh oleh hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. Siapa bilang liburan impian harus mahal? Dengan gaya minimalis, dunia bisa dijelajahi tanpa merogoh kocek terlalu dalam.

Semuanya berawal dari perencanaan. "Gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan," kata pepatah. Maka susunlah anggaran dan itinerari yang matang sebelum berangkat: destinasi, akomodasi, transportasi, dan perkiraan biaya lainnya. Celah hematnya banyak, dari promo tiket pesawat sampai menginap di hostel.

koster_Young_man_looks_happy_going_on_a_trip_carrying_a_backpac_024ab881-f375-465f-a5a7-db0c1cd8582f.png

Soal perlengkapan, jangan gengsi berburu barang bekas. Ransel atau sepatu gunung bekas yang masih berkualitas harganya jauh lebih ramah, dan kita ikut mengurangi sampah. Barang yang sudah pernah menempuh perjalanan orang lain, siapa tahu, justru jadi teman setia di petualangan kita.

Untuk berpindah tempat, maksimalkan transportasi umum. Daripada menyewa mobil atau motor, naiklah bus, kereta, atau sepeda. Lebih hemat, lebih santai, dan kita bisa mencecap kehidupan lokal dari dekat. Lagipula, bukankah petualangan sejati itu ada di perjalanan, bukan di tujuan?

Ada juga jalan yang butuh sedikit keberanian: meminta. Di beberapa negara ada konsep Couchsurfing, menginap gratis di rumah penduduk lokal. Biaya terpangkas, dan kita mendapat sesuatu yang tidak dijual di hotel manapun: perjumpaan dengan orang baru dan budayanya. Satu hal jangan dilupakan, balaslah kebaikan mereka dengan cara kita sendiri.

Dan sebelum bermimpi tentang destinasi eksotis di luar negeri, cobalah dulu jadi turis di negeri sendiri. Dari pantai hingga gunung, Indonesia menyimpan pesona yang tidak kalah menarik. Lebih murah, dan kita ikut menghidupkan pariwisata lokal.

Terakhir, tetaplah lentur. Rencana kadang meleset, dan kita harus siap dengan segala kemungkinan. Jangan terpaku pada tujuan; nikmati prosesnya. Kejutan indah sering bersembunyi di balik kesulitan. Liburan minimalis sama sekali bukan liburan yang membosankan. Dengan kreativitas, keberanian, dan ketekunan, dunia terbuka untuk dijelajahi tanpa menguras dompet.

Daftar Pustaka:

  • Kepnes, Matt. (2013). How to Travel the World on $50 a Day: Revised: Travel Cheaper, Longer, Smarter. Perigee Books. ISBN 978-0399159671.
  • Potts, Rolf. (2003). Vagabonding: An Uncommon Guide to the Art of Long-Term World Travel. Villard. ISBN 978-0812992182.
  • Sisson, Mark, and Brad Kearns. (2017). The Art of Traveling Light: How Minimalist Adventurers Discover More with Less. Primal Blueprint Publishing. ISBN 978-1939563238.
  • Smith, Rick, and Sean Keener. (2012). Traveling on a Shoestring: Making the Most of Your Vacation Budget. BootsnAll Travel Network. ISBN
← Post sebelumnya Bikin kandang hewan kesayangan Post berikutnya → Olahraga Pilihan untuk Menjaga Berat Badan Ideal