Hobi

Menjadi Pribadi yang Produktif: Memanfaatkan Waktu dengan Baik

Setiap orang di dunia ini menerima jatah yang persis sama: dua puluh empat jam sehari. Tidak bisa ditabung, tidak bisa dipinjam, tidak bisa dibeli. Lalu mengapa ada orang yang jatahnya terasa longgar, sementara kita sering merasa waktu tidak pernah cukup untuk menyelesaikan tugas atau melakukan hal yang kita inginkan? Jawabannya bukan pada jumlah waktunya, melainkan pada cara mengelolanya.

Mulailah dari jadwal harian yang teratur dan realistis. Jadwal yang terlalu padat seperti koper yang dijejali paksa: susah ditutup. Dari jadwal itu, prioritaskan tugas yang penting dan mendesak lebih dulu, sebelum yang remeh memakan jam-jam terbaik kita.

Teknologi pun bisa dijadikan kawan. Aplikasi pengingat dan kalender sanggup mengingat janji lebih setia daripada kepala kita yang penuh. Lalu, saat bekerja, fokuslah pada satu tugas pada satu waktu. Multitasking yang tidak perlu justru memecah perhatian, seperti menonton dua layar sekaligus tanpa memahami satu pun.

Sisanya adalah waktu luang, dan di sinilah pembeda sesungguhnya. Manfaatkan untuk hal yang berguna: membaca buku, belajar keterampilan baru. Dalam jangka panjang, dari situlah keberhasilan di berbagai aspek kehidupan pelan-pelan dibangun. Jatah dua puluh empat jamnya tetap sama. Yang berubah adalah kita.

Sumber Pustaka:

Covey, S. R. (1989). The 7 habits of highly effective people: restoring the character ethic. Free Press.
Allen, D. (2015). Getting things done: The art of stress-free productivity. Penguin.
Tracy, B. (2013). Eat that frog!: 21 great ways to stop procrastinating and get more done in less time. Berrett-Koehler Publishers.

← Post sebelumnya Tanaman Hias yang Dapat Dibudidayakan di Lingkungan Perkotaa... Post berikutnya → Cara Temukan Inspirasi