Apakah ruang yang indah harus dibayar mahal oleh bumi? Saya kira tidak. Semakin banyak orang sadar bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari cara kita menata ruang sendiri. Estetika dan prinsip ramah lingkungan ternyata bisa berjalan bergandengan. Berikut beberapa cara untuk mencobanya.
Mulailah dari material daur ulang. Kayu, kaca, dan logam bekas dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, dan anehnya justru menambah keunikan serta karakter pada desain interior Anda. Bagi saya ini mirip kebiasaan para programmer: kode lama yang baik tidak dibuang, melainkan dipakai ulang untuk sesuatu yang baru. Prinsip yang sama berlaku untuk dekorasi. Jangan ragu memanfaatkan barang bekas; dengan sedikit kreativitas, barang yang sudah tak terpakai bisa berubah menjadi hiasan yang menarik dan unik.
Perhatikan juga hal yang tak kasat mata. Cat berbasis air memiliki kandungan zat kimia lebih rendah daripada cat berbasis minyak, sehingga membantu mengurangi polusi udara di dalam ruangan. Lalu soal pencahayaan, manfaatkan sumber alami seperti jendela dan atap kaca. Konsumsi listrik turun, suasana ruangan pun menjadi hangat dan nyaman. Lagi pula, matahari tidak pernah mengirim tagihan.
Jangan lupakan tanaman indoor. Ia menambah keindahan estetika, tetapi diam-diam juga bekerja sebagai penyerap polutan udara dan pelembab alami. Pembersih udara tanpa kabel, tanpa listrik, tanpa tombol. Bukankah mengagumkan, alam sudah menyediakan teknologinya jauh sebelum kita membuatnya?
Terakhir, pilihlah perabot ramah lingkungan: kayu bersertifikasi FSC, bambu, atau rotan. Utamakan perabot yang berumur panjang, supaya frekuensi membeli baru berkurang. Dengan menggabungkan estetika dan prinsip ramah lingkungan, Anda menciptakan ruang yang indah, nyaman, dan berkelanjutan. Selamat mencoba!
Sumber:
Worthington, H. (2018). Sustainable Design: A Guide to Eco-Friendly Interior Design. London: Quarto Publishing.
Kellert, S. R., Heerwagen, J. H., & Mador, M. L. (2008). Biophilic Design: The Theory, Science, and Practice of Bringing Buildings to Life. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.