Setiap kali hendak bepergian beberapa hari, ada satu kekhawatiran kecil yang selalu mampir: bagaimana nasib tanaman di rumah? Kucing bisa dititipkan, pintu bisa dikunci, tetapi tanaman hias di sudut ruang tamu itu tidak bisa mengeong minta minum. Ia hanya diam. Dan justru diamnya itu yang membuat hati tidak tenang.
Padahal siapa bilang pecinta tanaman tidak bisa berlibur? Tentu saja bisa. Yang perlu disiapkan hanyalah semacam wakil selama kita pergi.
Wakil yang paling ampuh adalah manusia: tetangga atau teman yang tinggal dekat. Mintalah mereka menyiram dan memeriksa kondisi tanaman secara berkala. Satu hal yang sering dilupakan: beri instruksi khusus tentang kebutuhan air dan cahaya tiap tanaman. Menitipkan tanaman tanpa instruksi ibarat menitipkan bayi tanpa memberi tahu jam minum susunya.
Kalau tidak ada yang bisa dititipi, ada jalan kedua: sistem penyiraman otomatis. Di pasaran tersedia banyak pilihan, dari yang sederhana sampai yang canggih. Tetapi yang paling sederhana bisa dibuat sendiri. Ambil botol plastik, beri lubang kecil di tutupnya, isi dengan air, lalu tancapkan terbalik di tanah. Air akan meresap perlahan, setetes demi setetes, seperti infus bagi pasien. Tanah tetap lembap, tanaman tetap minum, dan kita tenang di tempat liburan.
Air saja belum cukup. Tanaman juga makan cahaya. Fotosintesis tidak mengenal hari libur. Maka sebelum berangkat, letakkan tanaman di dekat jendela yang kebagian sinar matahari, atau gunakan lampu tumbuh bila perlu.
Ruangannya sendiri juga perlu dikondisikan. Pastikan suhu dan kelembapan ruangan sesuai kebutuhan tanaman. Alat pengatur suhu dan kelembapan bisa membantu menjaga semuanya tetap stabil selama rumah kosong.
Terakhir, soal makanan. Berikan nutrisi tambahan sebelum berangkat. Pupuk pelepasan lambat adalah pilihan yang menarik: ia melepaskan nutrisi sedikit demi sedikit selama beberapa minggu. Bekal perjalanan yang tidak habis dalam sekali makan.
Dengan bekal sederhana itu, kita bisa berangkat dengan hati ringan. Bukankah itu inti berlibur? Selamat jalan-jalan. Semoga saat pulang nanti, yang menyambut di depan pintu adalah daun-daun yang tetap segar.