Ya, rokok lagi. Topik ini memang tidak ada habisnya, dan mungkin memang harus begitu. Kita semua sudah tahu merokok berbahaya bagi kesehatan. Tetapi pernahkah kita membalik pertanyaannya: apa saja yang didapat tubuh ketika seseorang berhenti? Ternyata daftarnya panjang, dan hampir semuanya mengejutkan.
Yang pertama merasakan adalah jantung. Dalam jangka pendek saja, tekanan darah turun dan sirkulasi darah membaik, sehingga risiko penyakit jantung ikut berkurang. Jantung yang sehat, hidup yang bahagia. Paru-paru menyusul. Fungsinya meningkat, dan risiko penyakit pernapasan seperti bronkitis dan pneumonia menurun. Napas terasa lega, langkah terasa ringan.
Lalu soal kanker. Berhenti merokok mengurangi risiko berbagai jenisnya: bukan hanya kanker paru-paru, tetapi juga kanker mulut, kerongkongan, pankreas, dan banyak lagi. Sebuah masa depan yang lebih bebas dari bayang-bayang kanker. Kulit pun ikut berterima kasih. Penuaan dini berkurang, elastisitas kulit terjaga, wajah tampak lebih cerah dan sehat. Tubuh itu seperti rumah yang berhenti dihujani asap; perlahan-lahan ia membersihkan dirinya sendiri, kamar demi kamar.
Ada juga hitung-hitungan yang lebih duniawi: uang. Merokok itu mahal. Coba kalikan harga sebungkus rokok dengan tiga ratus enam puluh lima hari. Angkanya mungkin membuat kita terdiam sejenak. Uang sebanyak itu bisa dipakai untuk investasi, liburan, atau sekadar makanan enak bersama keluarga. Keuangan yang lebih sehat, hidup yang lebih makmur.
Dan bicara keluarga, inilah alasan yang paling menyentuh. Berhenti merokok berarti mengurangi risiko kesehatan bagi orang-orang tercinta yang selama ini ikut menghirup asapnya. Mereka tidak pernah membeli rokoknya, tetapi ikut membayar harganya. Berhenti merokok adalah hadiah untuk mereka juga.
Masih ada lagi. Tanpa racun nikotin dan tar yang menghambat, tubuh bekerja lebih efisien, sehingga stamina dan energi meningkat secara signifikan. Naik tangga tidak lagi terengah-engah, bersepeda terasa ringan. Kesuburan pun membaik, baik pada pria maupun wanita, kabar baik bagi para calon orangtua, sebab meningkatnya kesuburan membantu proses kehamilan menjadi lebih mudah. Tidur juga menjadi lebih nyenyak dan lebih berkualitas, karena tidak ada lagi nikotin yang mengganggu sistem saraf. Bangun pagi terasa lebih segar.
Dan yang terakhir, yang paling sederhana sekaligus paling besar: hidup lebih panjang. Penelitian menunjukkan mantan perokok memiliki harapan hidup lebih panjang dibandingkan mereka yang tetap merokok. Lebih panjang umurnya, lebih banyak kenangannya.
Perubahan memang dimulai dari diri sendiri, tetapi tidak harus sendirian. Mintalah dukungan keluarga dan teman. Berhenti merokok adalah investasi terbaik untuk masa depan, dan tubuh kita, ciptaan yang menakjubkan ini, sudah siap memperbaiki dirinya begitu kita memberinya kesempatan.
Sumber:
World Health Organization: Tobacco
American Cancer Society: Benefits of Quitting Smoking Over Time