Dari semua nama tanaman, lidah mertua barangkali yang paling jenaka. Daunnya tegak, panjang, dan runcing; orang Inggris menyebutnya snake plant, kita menyebutnya lidah mertua. Entah siapa yang pertama kali memberi nama itu. Yang jelas, justru tanaman inilah salah satu penghuni terbaik untuk kamar tidur: ia mampu menyaring udara sehingga kamar lebih sehat, mudah dirawat, dan tahan banting.
Siapa bilang kamar tidur harus monoton? Tanaman hias bisa menghadirkan suasana yang lebih segar dan nyaman. Hanya saja, tidak sembarang tanaman cocok ditanam di kamar tidur. Selain lidah mertua (Sansevieria), ada enam kandidat lain yang layak dipertimbangkan.
Lavender (Lavandula) indah dipandang dan wangi aromanya. Wangi itulah yang membantu Anda tidur lebih nyenyak, sehingga tak heran lavender menjadi pilihan utama untuk kamar tidur. Kalau kamar Anda minim cahaya, pohon karet (Ficus elastica) bisa menjadi solusi; ia mampu tumbuh subur meski sinar matahari terbatas.
Tanaman spider (Chlorophytum comosum) terkenal karena kemampuannya menyaring polutan udara, dan ia gampang dirawat. Peace lily (Spathiphyllum) menambah keindahan kamar sekaligus menyaring udara, tetapi hati-hati, bunga cantik ini bisa beracun bagi hewan peliharaan. Ivy (Hedera helix), si tanaman merambat, cocok bagi Anda yang ingin menambahkan elemen vertikal di kamar, dan ia pun punya kemampuan menyaring udara. Terakhir ada potos (Epipremnum aureum), tanaman hias populer yang mudah dirawat dan dikenal andal membersihkan udara.
Perhatikanlah betapa sering kata menyaring udara muncul dalam daftar ini. Bahkan NASA pernah meneliti kemampuan tanaman membersihkan udara ruangan. Mesin penyaring buatan manusia butuh listrik dan suku cadang; tanaman melakukannya sambil diam, sambil cantik, sambil kita tertidur. Bukankah itu keajaiban kecil di sudut kamar? Yuk, mulai hias kamar tidur Anda dengan tujuh tanaman ini.
Sumber:
NASA Clean Air Study (https://ntrs.nasa.gov/citations/19930073077)
Royal Horticultural Society (https://www.rhs.org.uk/)