Memuat dokumen PDF...
Chicago di zaman Al Capone bukan kota yang ramah bagi wartawan muda pembela kebenaran. Justru ke sanalah Tintin dan Snowy pergi setelah petualangan di Kongo. Di Amerika Serikat, Tintin berhadapan dengan dunia kejahatan terorganisir, dan begitu tiba ia langsung jadi sasaran para gangster, termasuk jaringan yang terkait dengan Al Capone. Halaman resmi Tintin menyebut album ini sebagai saat Tintin menegaskan reputasinya sebagai pembela kebenaran. Satu anak muda melawan satu kota. Nekat? Jelas. Tetapi nekatnya Tintin selalu ada isinya.
Di Chicago ia berkali-kali diculik, dijebak, dan diincar untuk dibunuh. Berkali-kali pula ia lolos dengan kecerdikan, keberanian, dan bantuan Snowy. Bukan peluru yang menyelamatkan Tintin, melainkan akal. Cerita lalu bergerak keluar kota dan menelusuri sisi lain Amerika: dunia para koboi, wilayah suku asli Amerika, dan benturan antara petualangan komedi dengan kritik sosial.
Di bagian inilah Hergé menunjukkan sisi yang mengejutkan. Ia tidak berhenti pada gangster Chicago, tetapi juga menyinggung nasib penduduk asli Amerika yang terusir dari tanah mereka demi kepentingan ekonomi, terutama ketika sumber daya alam ditemukan. Situs resmi Tintin menyoroti bahwa di balik petualangan yang jenaka, album ini memuat kebenaran-kebenaran sejarah tentang Amerika dan ketidakadilannya. Tanah diambil, penghuninya digeser, seperti perabot yang dipindah karena ruangan mau dipakai tamu. Bukankah pola itu terlalu sering berulang?
Secara nada, Tintin in America masih terasa sebagai Tintin awal: alurnya cepat, episodik, penuh kejar-kejaran, jebakan, penyamaran, dan keberuntungan yang nyaris mustahil. Dibanding dua album pertama, kisah ini sudah lebih tajam, lebih dekat ke bentuk Tintin yang kelak matang. Ini album ketiga dalam urutan seri, mula-mula diserialkan pada 3 September 1931 sampai 20 Oktober 1932, lalu diterbitkan sebagai album pada 1932. Versi berwarnanya menyusul kemudian.