Di dekat jendela rumah ada deretan pot yang setiap pagi saya lewati. Anehnya, tanaman yang sama persis bisa tampak biasa saja di satu rumah dan memukau di rumah lain. Apa bedanya? Ternyata bukan tanamannya. Bedanya ada pada cara kita memperlakukannya.
Mulailah dari pot. Pot itu ibarat baju. Kebesaran, tanamannya tenggelam. Kekecilan, tampak sesak. Pot yang terlalu kecil atau terlalu besar akan mengganggu tampilan keseluruhan, maka pilihlah yang sesuai dengan ukuran dan jenis tanaman yang akan menghuninya.
Setelah itu, beri perlakuan khusus. Pupuk yang tepat, siraman yang teratur, pangkasan berkala supaya bentuknya tetap terjaga. Tanaman bukan pajangan porselen. Ia makhluk hidup yang menjawab perhatian kita dengan daun yang segar.
Tempat pun ikut berbicara. Pastikan tanaman mendapat sinar matahari yang cukup, atau setidaknya letakkan di sudut yang terang. Jauhkan dari kipas angin dan AC, sebab embusan udara semacam itu bukan sahabat daun.
Ingin lebih hidup lagi? Tambahkan aksesoris. Batu-batuan kecil di permukaan media tanam, atau dekorasi lain yang senada dengan tema interior rumah. Lalu variasikan jenisnya. Padukan tanaman dengan warna dan bentuk yang berbeda-beda, seperti menyusun paduan suara: satu suara saja monoton, beberapa suara yang berbeda justru melahirkan harmoni.
Yang membuat saya takjub, semua usaha kecil ini berbalas ganda. Rumah menjadi lebih cantik dipandang, dan udara di dalamnya ikut terjaga tetap sehat dan segar. Tanaman memberi lebih banyak daripada yang kita berikan padanya. Bukankah itu keajaiban kecil yang tumbuh diam-diam di sudut rumah kita?
Sumber pustaka:
"Tips Merawat Tanaman Hias" oleh Yuni Fitriani, Gramedia Pustaka Utama
"Buku Panduan Tanaman Hias" oleh Ferry Darmawan, PT Pustaka Abadi.