Pernahkah berdiri di depan rak oli sebuah toko onderdil dan merasa kecil? Botol berjajar puluhan, warnanya menggoda semua, angkanya asing semua. 5W-30, 10W-40, mineral, sintetis. Padahal yang kita cari sederhana: cairan yang membuat mesin awet. Oli itu ibarat darah bagi mesin, mengalir ke seluruh bagian, melumasi, melindungi. Salah pilih, mesin yang menanggung.
Untunglah ada jalan pintas yang sering dilupakan: buku manual pemilik. Produsen kendaraan sudah menuliskan rekomendasi jenis oli yang cocok di sana. Ikuti saja, dan mesin akan berjalan optimal. Jawaban ujian sudah disediakan, tinggal kita mau membukanya atau tidak.
Lalu apa arti angka-angka aneh itu? Itulah viskositas, ukuran kekentalan oli pada suhu tertentu. Bayangkan madu dan air: madu kental mengalir pelan, air encer mengalir deras. Oli dengan viskositas yang tepat akan mengalir lancar dan melumasi mesin secara efektif. Pada kode seperti 5W-30, angka sebelum huruf W menunjukkan kekentalan saat dingin, angka setelahnya kekentalan saat panas. Pilihlah yang sesuai kebutuhan kendaraan dan cuaca di daerah kita.
Jenisnya sendiri ada tiga. Oli mineral berasal dari minyak mentah, paling ekonomis, tapi kinerja pelumasannya paling rendah. Oli semi-sintetis adalah campuran mineral dan sintetis: pelumasannya lebih baik dari mineral, harganya lebih ramah dari sintetis penuh. Sedangkan oli sintetis dibuat dari bahan kimia sintetis, memberi pelumasan terbaik dan perlindungan mesin paling lama, dengan harga yang tentu paling tinggi. Mana yang benar? Yang sesuai kebutuhan dan isi dompet.
Di dalam oli juga ada penumpang gelap yang justru berjasa: aditif. Zat-zat tambahan ini melindungi mesin dari karat, keausan, dan pembentukan endapan. Periksa labelnya, pastikan aditifnya sesuai kebutuhan kendaraan kita.
Perhatikan pula sertifikasinya. Cap dari badan standar seperti API (American Petroleum Institute) atau ACEA (Association des Constructeurs Européens d'Automobiles) menandakan oli itu sudah diuji dan lulus standar kualitas tertentu. Semacam surat kelakuan baik untuk sebotol pelumas.
Masih ragu juga? Bertanyalah pada mekanik langganan. Pengetahuan dan pengalaman mereka sering lebih jitu daripada berjam-jam menimbang sendirian di depan rak.
Dan satu hal terakhir yang paling sering diabaikan: oli terbaik pun akan lelah. Gantilah secara rutin sesuai jadwal yang direkomendasikan produsen. Oli yang tepat dan diganti teratur akan menjaga mesin dalam kondisi terbaiknya, mengoptimalkan performa, dan memperpanjang umurnya. Mesin dirawat, perjalanan pun tenang.
Sumber:
Edmunds (2017). How To Choose the Right Oil for Your Car or Truck. Diperoleh dari https://www.edmunds.com/car-maintenance/how-to-choose-the-right-oil-for-your-car.html
Popular Mechanics (2020). How to Pick the Right Motor Oil for Your Car. Diperoleh dari https://www.popularmechanics.com/cars/how-to/a53/1272436/
Car Bibles (2021). Best Motor Oils (Review & Buying Guide). Diperoleh dari https://www.carbibles.com/best-motor-oil-reviewed/