Sebagai orang yang sehari-hari berurusan dengan perangkat lunak, saya selalu tersenyum mendengar ungkapan "versi terbaik dari diri sendiri". Aplikasi punya versi 1.0, lalu 1.1, lalu 2.0. Tidak ada versi final. Selalu ada pembaruan. Manusia rupanya sama saja, dan bahan bakar pembaruannya adalah keyakinan diri. Kita sering ragu dan takut mencoba hal baru, padahal dengan membangun keyakinan diri, kita bisa terus memperbarui diri. Bagaimana caranya?
Semuanya dimulai dari mengenal diri sendiri. Apa kelebihan dan kekuranganmu? Apa yang kamu sukai dan tidak sukai? Programmer tidak bisa memperbaiki kode yang belum ia baca; kita pun tidak bisa memperbaiki diri yang belum kita kenali. Setelah itu, tetapkan tujuan yang realistis dan spesifik. Tujuan yang jelas membuat kita fokus dan termotivasi, seperti alamat yang jelas membuat perjalanan tidak berputar-putar.
Lalu ada urusan dengan kegagalan. Jangan takut gagal. Gagal adalah bagian dari proses belajar, peluang untuk menjadi lebih baik. Jangan biarkan ketakutan akan kegagalan menghalangi langkah. Dan ambillah pelajaran dari setiap pengalaman, sukses maupun gagal, supaya kita lebih bijaksana menghadapi situasi serupa di masa depan. Bukankah aplikasi yang bagus pun lahir dari ribuan galat yang diperbaiki satu per satu?
Keyakinan diri juga tumbuh lewat orang lain. Latihlah keterampilan komunikasi: mendengarkan dengan baik, berbicara dengan jelas, menjaga kontak mata. Bergaullah dengan orang yang positif dan mendukung, dan hindari orang-orang yang gemar merendahkan. Lingkungan itu seperti tanah bagi tanaman. Tanah yang subur, tumbuh yang sehat.
Tubuh pun ikut bicara. Olahraga teratur, minimal 30 menit setiap hari, terbukti meningkatkan mood dan keyakinan diri. Sederhana, tapi nyata. Di sisi lain, luangkan juga waktu untuk diri sendiri: merenung, meresapi perasaan, memahami apa yang sedang terjadi di dalam. Dan jangan lupa menghargai diri sendiri. Rayakan pencapaian kecil. Cintai apa yang sudah dicapai, sekecil apa pun.
Tiga hal terakhir sering paling sulit. Pertama, jangan bandingkan diri dengan orang lain. Setiap orang punya jalannya sendiri menuju kesuksesan dan kebahagiaan, dan membanding-bandingkan hanya membuat kita merasa tidak aman. Fokuslah pada apa yang bisa kamu tingkatkan dari dirimu sendiri. Kedua, terimalah kritik dengan pikiran terbuka. Kritik yang diterima dengan baik adalah bahan evaluasi gratis. Ketiga, beranilah tampil beda. Keunikanmu adalah kekuatanmu. Tunjukkan bakat dan kemampuan yang kamu miliki.
Membangun keyakinan diri bukan proses instan. Butuh waktu, usaha, dan komitmen. Tapi seperti pembaruan perangkat lunak yang datang perlahan namun pasti, perubahan positif itu akan terasa, versi demi versi. Selamat mencoba, dan semoga sukses.
Sumber: Psychology Today, Lifehack