Hobi

Tren Kuliner Terbaru: 15 Gaya Masak yang Harus Kamu Coba!

Dapur adalah ruangan yang tidak pernah selesai. Resep yang sama bisa dimasak seribu cara, dan setiap tahun selalu muncul cara baru yang membuat lidah penasaran. Belakangan ini setidaknya ada lima belas gaya masak yang sedang digemari. Mari kita jalan-jalan sebentar menyusurinya.

Gelombang pertama datang dari kesadaran akan kesehatan. Menu berbasis tumbuhan atau plant-based makin diminati oleh mereka yang ingin hidup sehat sekaligus ramah lingkungan; tahu dan tempe kita ternyata tidak kalah enak. Ada pula menu bebas gluten yang sedang naik daun, terutama bagi yang memiliki intoleransi gluten, dengan banyak resep kreatif yang tetap lezat tanpa gluten. Dan bagi pencinta diet keto, menu rendah karbohidrat dan tinggi lemak yang keto-friendly punya penggemar setianya sendiri.

Gelombang kedua adalah soal teknik. Sous-vide memasak bahan dalam kemasan vakum dengan air bersuhu rendah, dan hasilnya daging yang lebih lembut dan juicy dengan tekstur nyaris sempurna. Fermentasi menghadirkan cita rasa unik dan gurih; kimchi dan tempe adalah buktinya. Dari keluarga yang sama lahir kombucha, minuman fermentasi dari teh, gula, dan bakteri yang baik untuk kesehatan pencernaan. Yang paling menyerupai laboratorium adalah gastronomi molekuler, perkawinan sains dan kuliner yang mengubah hidangan menjadi karya seni yang indah dan lezat. Sementara di ujung lain ada makanan api: BBQ dan grilling dengan api terbuka, yang aroma asap dan tekstur garingnya bikin nagih. Dari tabung reaksi sampai bara arang, jarak dua dunia itu ternyata hanya satu meja makan.

Gelombang ketiga menyangkut bentuk penyajian. Poke bowl dari Hawaii menyatukan nasi, protein, sayuran, dan saus dalam satu mangkuk yang praktis, sehat, dan lezat. Charcuterie board menghamparkan aneka daging asap, keju, dan lauk pendamping yang menggugah selera di satu papan. Ramen burger menukar roti burger dengan mie ramen yang digoreng. Makanan fusion memadukan dua tradisi kuliner atau lebih, seperti sushi burrito yang mempertemukan Jepang dan Meksiko. Bahkan jajanan pinggir jalan kini naik kelas menjadi street food gourmet berkualitas restoran, misalnya sate khas Indonesia yang dibuat dengan daging wagyu.

Dan gelombang terakhir menyentuh hati. Zero-waste cooking mengajak kita lebih bijak memakai bahan makanan, memanfaatkan semua bagian termasuk yang biasanya dibuang. Sayang kalau dibuang, bukan? Lalu edible flowers, bunga-bunga yang bisa dimakan seperti nasturtium dan lavender, hadir sebagai hiasan sekaligus bahan masakan yang menambah keindahan dan rasa.

Lima belas gaya, dan dapur kita masih dapur yang itu-itu juga. Yang berubah hanyalah keberanian mencoba. Selamat bereksperimen, dan semoga ada rasa baru yang menunggu di percobaan berikutnya.

Daftar Pustaka:

Putri, K. (2021). Tren Kuliner Dunia: Eksplorasi Rasa dari Berbagai Negara. Jakarta: Penerbit Andalan.
Wijaya, D. (2020). Mengikuti Tren: Resep dan Teknik Masak yang Wajib Dicoba. Bandung: Pustaka Culinary.

← Post sebelumnya Olah Raga Untuk Jantung Post berikutnya → Peran Olahraga dalam Mengurangi Stres dan Meningkatkan Kuali...