Petualangan lengkap terakhir yang selesai ditulis Hergé: penyelamatan Castafiore di San Theodoros yang berujung kudeta, sekaligus sindiran jenaka bahwa kekuasaan sering hanya berganti seragam.
Berawal dari singgah di Jakarta dan ajakan naik pesawat pribadi Laszlo Carreidas, Tintin terseret pembajakan, pulau misterius, telepati, sampai kontak dengan makhluk luar angkasa.
Tanpa penjahat sama sekali, album ini mengikuti Tintin menembus salju Himalaya demi Chang yang dianggap tewas: kisah persahabatan paling emosional dalam seluruh seri.
Berniat menolong Emir Khemed dari kudeta, Tintin dan Haddock malah membongkar jaringan perdagangan budak modern di Laut Merah, lengkap dengan kembalinya Rastapopoulos.
Petualangan spionase era Perang Dingin: Profesor Lakmus diculik gara-gara senjata ultrasoniknya, dan Tintin mengejar dari Moulinsart sampai Borduria. Yang diculik satu profesor, yang diperebutkan seisi dunia.
Lanjutan Ekspedisi ke Bulan: roket Profesor Lakmus mendarat di Bulan, tetapi musuh terbesar rombongan ternyata bukan ruang hampa, melainkan pengkhianat yang ikut menumpang.
Tintin, Haddock, dan Milo dipanggil ke pusat riset rahasia Sbrodj: Profesor Lakmus sedang membangun roket ke Bulan, dan bahayanya sudah dimulai jauh sebelum roket mengudara.
Ledakan aneh pada mobil-mobil membawa Tintin ke Timur Tengah, ke tengah intrik perebutan emas hitam bernama minyak bumi.
Tintin dan Haddock menembus pegunungan dan hutan Peru demi menyelamatkan Profesor Lakmus, yang terancam hukuman mati di Kuil Matahari.
Mumi Inka Rascar Capac, tidur lelap yang aneh, dan pecahan bola kristal: album Tintin yang lebih gelap dan misterius dari biasanya.