Dapur adalah ruangan yang tidak pernah selesai. Dari sous-vide sampai edible flowers, inilah lima belas gaya masak yang sedang digemari dan layak dicoba di rumah.
Jantung bekerja sejak sebelum kita lahir dan tidak pernah mengambil cuti. Sepuluh olahraga ini adalah cara paling sederhana berterima kasih padanya.
Pisau yang tumpul tidak dibuang, ia diasah. Bakat pun begitu: tanpa digosok berulang-ulang lewat latihan yang setia, ia akan tumpul dengan sendirinya.
Di pot-pot rumah kita tumbuh mesin pembersih udara yang bekerja tanpa kabel dan tanpa filter. Enam tanaman hias ini diam-diam menyerap polusi di dalam ruangan.
Kucing melirik sebentar lalu kembali menjilati kakinya, anjing menyambut dengan gonggongan riang. Dua bahasa kasih yang berbeda, dan pilihannya ternyata bukan soal hewan mana yang lebih baik, melainkan soal siapa kita.
Memimpin awalnya berarti menuntun sambil menggandeng tangan, bukan berdiri paling depan sambil berteriak. Dari situ jiwa kepemimpinan dibangun: visi yang jelas, teladan yang jujur, telinga yang mau mendengar.
Berdiri di depan rak oli bisa membuat kita merasa kecil: 5W-30, mineral, sintetis, semuanya asing. Padahal oli itu ibarat darah bagi mesin, dan memilihnya tidak sesulit kelihatannya.
Bagaimana mungkin berdiam diri bisa disebut olahraga? Justru di situ keajaiban yoga: menata napas ternyata bisa menata otot, tidur, bahkan kimia dalam darah.
Ada jam-jam ajaib di pagi hari sebelum rumah ramai, saat hari masih seperti kertas kosong. Dari sanalah tujuh kebiasaan produktif ini dimulai: dijalani, diulang, sampai menjadi kebiasaan.
Apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu dapur restoran mewah? Sepuluh hidangan tanda tangan chef dunia ini membuka sedikit rahasianya, dari Beef Wellington sampai zaitun yang disulap jadi bola.